Bertunas adalah tanda kehidupan. Kalau seseorang hidup di dalam Kristus, pasti ada pertumbuhan dalam dirinya. Mungkin pertumbuhannya masih kecil dan belum terlihat besar, tetapi nyata dan terus berjalan.
Orang yang bertunas dalam penggembalaan adalah orang yang mau diajar dan mau ditegur. Ia tidak keras kepala. Ia rendah hati dan sadar bahwa dirinya masih perlu dibentuk. Ia juga setia dalam hal-hal kecil dan belajar bertanggung jawab setiap hari.
Amsal 12:1 berkata, “Siapa mencintai didikan, mencintai pengetahuan, tetapi siapa membenci teguran adalah dungu.” Artinya, orang yang mau maju adalah orang yang mau menerima nasihat. Teguran bukan berarti tidak dikasihi. Justru teguran adalah tanda bahwa kita diperhatikan dan dikasihi. Tuhan bisa memakai gembala, pemimpin rohani, atau teman seiman untuk mengingatkan kita saat kita salah.
Orang yang mau dibimbing tidak mudah tersinggung ketika ditegur. Ia tidak langsung marah atau membela diri. Ia mau introspeksi dan memperbaiki diri. Ia sadar bahwa hidupnya masih dalam proses pertumbuhan.
Dalam kehidupan sehari-hari, sikap ini terlihat dari kerelaan untuk mendengar nasihat, terbuka saat dievaluasi, dan tidak menjauh dari gereja atau komunitas ketika ditegur. Ia tetap setia, tetap belajar, dan mau berubah. Dari situlah Tuhan membentuk karakter seperti Kristus.
Dengan demikian orang yang bertunas dalam penggembalaan bukan hanya rajin beribadah, tetapi memiliki hati yang lembut dan mau diajar. Karena tunas yang mau diarahkan akan tumbuh lurus dan kuat, dan hidup yang mau ditegur akan menghasilkan buah yang memuliakan Tuhan.